Smartphone Pendeteksi Anemia

Posted on

Rifki.meDalam daerah dimana susah untuk memperoleh fasilitas kesehatan yang baik, sebuah handphone atau smartphone mampu menjadi solusi yang tepat alat kesehatan yang dibutukan. Anemia yakni sebuah kondisi yang disebabkan oleh kurangnya oksigen yang dibawa oleh sel darah merah. Sekarang kamera smartphone dapat digunakan sebagai peringatan dini satu penyakit tanpa harus mendatangi rumah sakit atau menggunakan peralatan mahal.

Peneliti di Universitas Washington menyediakan sebuah teknik identifikasi anemia sederhana menggunakan smartphone. Uji yang dilakukan menunjukan hasil bahwa tingkat akurasi yang dilakukan sudah melampaui tingkat minimal yang diterapkan oleh FDA. Teknologi ini dikembangkan di laboratorium Shwetak Patel dan dilakukan oeh professor di departemen teknik elektro.

Baca juga : Cara menggunakan Netcut pada android dengan mudah

Anemia sendiri merupakan penyakit yang disebabkan oleh kekurangan nutrisi atau infeksi parasit, merupakan hal yang meluas dan wajar di negara berkembang. WHO memperkirakan 2 milyar orang di dunia mengidap anemia. Beberapa gejalanya seperti pening, lemas dan sakit kepala. Beberapa kondisi yang kronik seperti sickle cell anemia (penyakit sel sabit) membutuhkan monitoring yang berkalayakni dengan melakukan tes darah secara periodik.

Shwetak Patel melakukan banyak cara untuk memanfaatkan sensor pada smartphone untuk membuat test tersebut mudah digunakan dan diakses. Dia juga telah mengembangkan aplikasi lain menggunakan mikrofon untuk mengidentifikasi pernafasan seseorang ketika sedang tertidur. Aplikasi lain yang tidak kalah canggihnya adalah aplikasi untuk mendeteksi penyakit kuning pada bayi baru lahir dengan menggunakan kamera smartphone dan kartu referensi kode warna. Semua sistem bergantung pada algoritma pembelajaran mesin yang mampu mengetahui gejala dari pembacaan sensor.

Patel dan kawan-kawannya juga menemukan bahwa kamera dalam smartphone merk Nexus dapat menghitung hemoglobin dengan menangkap cahaya yang melewati ujung jari seseorang. Sistem ini dirancang untuk mengetahui perubahan warna sesuai ketika darah mengalir melalui jari serta memungkinkan untuk mengetahui indikasi dari defisiensi sel pembuluh darah.

Sebuah percobaan dilakukan kepada 31 orang di Rumah Sakit Anak, dari hasil penelitian ditemukan bahwa sistem baru mampu bekerja sebaik tes anemia dengan menggunakan LED, Masimo Pronto. Ulrich Timm, seorang profesor di Universitas Rostock Jerman yang telah belajar mengenai penggunaan LED berdasarkan sistem sensing untuk pengidentifikasi hemoglobin mengatakan bahwa teknologi ini mampu berguna secara praktik. ‘Sistem ini bermanfaat bagi pusat donor darah ataupun penggunaan sehari-hari.’ Kata Timm. Beliau menambahkan bahwa wanita hamil juga mampu melakukan monitoring level hemoglobinnya tanpa tambahan perangkat lainnya. Caroline Buckee seorang asisten profesor dan epidemiologis di Harvard mengatakan bahwa alat ini mampu digunakan pada skala yang lebih besar seperti di India dan Afrika.
Itulah artikel dari rifki.me tenta Smartphone Pendeteksi Anemia semoga bermanfaat dan jangan lupa shre jika berkenan, Terimakasih.

Gravatar Image
"Never Give Up!!"